10 Cara Membaca Fund Fact Sheet Reksadana

Cara membaca fund fact sheet reksadana
Bagi Anda yang sudah berinvestasi di reksadana, wajib bagi Anda sebagai pemilik modal atau investor mengetahui informasi pengelolaan dana, atau yang biasa dikenal dengan fund fact sheet. Apa itu fund fact sheet reksadana?

Fund fact sheet adalah laporan produk reksadana yang diterbitkan oleh perusahaan manajer investasi yang berisi tentang produk reksadana, seperti profil reksadana, informasi jumlah dana kelolaan, kinerja, hingga informasi portofolio.

Fund fact sheet biasanya hanya 1 halaman dan berisi ringkasan tentang kinerja suatu produk reksadana. Fund fact sheet yang ada biasanya terlambat 1 bulan, artinua jika saat ini bulan Agustus maka fund fact sheet terbaru adalah fund fact sheet bulan Juli.

Lantas, apa saja yang harus kamu cermati agar dapat memahami produk reksadana yang sudah dibeli? Berikut cara membaca fund fact sheet reksadana:

1. Informasi Tentang Manajer Investasi

Dalam bagian ini biasanya dimuat informasi singkat mengenai manajer investasi yang mengelola reksadana yang dimaksud. Pada umumnya informasi yang disampaikan adalah profil singkat perusahaan, seperti misalnya tanggal pendirian, izin manajer investasi, lingkup usaha dan total dana kelolaan terkini.

2. Tujuan Investasi Reksadana

Bagian ini memuat tujuan reksadana yang dimaksud sebagaimana dimuat dalam prospektus reksadana tersebut. Dari uraian tujuan investasi reksadana ini Anda sebsgai investor dapat mengetahui jenis reksadana serta strategi investasi yang dipakai manajer investasi dalam mengelola reksadana tersebut.

3. Informasi Tentang Produk Reksadana

Isi dari bagian ini bisa bervariasi, tergantung dari manajer investasi pengelola reksadana namun pada umumnya memuat informasi mengenai tanggal diluncurkan dan penawaran reksadana (tanggal di mana reksadana mulai dipasarkan), jumlah dana kelolaan (per tanggal yang tertera di fund fact sheet, biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut), jenis reksadana apakah itu pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, atau yang lainnya, denominasi (mata uang di mana reksadana ini diterbitkan), frekuensi valuasi atau publikasi NAB (biasanya harian untuk reksadana terbuka/open-end, dan bulanan untuk reksadana tertutup/close-end), bank kustodian (selaku penyimpan kekayaan reksadana) dan nilai NAB/unit per tanggal yang tertera di fund fact sheet (biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut). 

Beberapa manajer investasi juga mencantumkan informasi mengenai biaya-biaya yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan berkaitan dengan transaksi reksadana, yaitu terdiri dari biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) dan biaya pengalihan (switching fee) jika memang manajer investasi menyediakan fasilitas switching antar reksadana yang dikelolanya.

4. Risiko Investasi Reksadana

Informasi selanjutnya yang bisa Anda dapatkan dari fund fact sheet adalah tentang risiko investasi reksadana. Informasi ini bertujuan untuk mengingatkan investor beberapa risiko yang dapat terjadi dan menyebabkan kerugian investasi.

Contoh risiko reksadana campuran, risiko perubahan kondisi ekonomi dan politik di dalam maupun di luar negeri, risiko berkurangnya nilai unit penyertaan yang diterima oleh pemodal, risiko perubahan peraturan oleh regulator, dan risiko likuiditas.

5. Alokasi Aset Investasi

Bagian ini memuat rincian mengenai alokasi aset atau batasan investasi reksadana yang dimaksud. Dalam bagian ini seringkali dapat ditemui pula informasi mengenai tolok ukur/benchmark/kinerja pembanding yaitu besaran acuan yang digunakan sebagai pembanding terhadap kinerja reksadana. 

Rumusan alokasi aset atau batasan investasi ini juga dapat ditemukan dalam prospektus reksadana yang dimaksud. Batasan investasi adalah rentang persentase dari total dana kelolaan untuk setiap asset class yang merupakan efek dasar (underlying asset) reksadana.

Berikut adalah contoh alokasi aset suatu reksadana saham syariah:
  • Pasar uang: 5-75%
  • Saham: 5-75%
  • Efek syariah lainnya: 5-75%
  • Tolok ukur: 5% Jakarta Islamic Index + 95% Deposito Syariah
Dalam hal ini, reksadana ini memiliki 3 asset class, yaitu pasar uang, saham dan efek syariah lainnya, masing-masing dengan rentang persentase sebesar 5-75% dari total dana kelolaan.

6. Komposisi Portofolio

Komposisi portofolio yang dimuat merupakan komposisi portofolio reksadana per tanggal yang tertera di fund fact sheet, biasanya hari terakhir bursa pada bulan yang bersangkutan. 

Komposisi portofolio ini harus sesuai dengan batasan investasi reksadana yang ditentukan oleh OJK. Sebagai contoh, per tanggal 30 September 2010 suatu reksadana pendapatan tetap dengan batasan investasi 0-90% efek pasar uang dan 10-100% efek pendapatan tetap memiliki komposisi portofolio 14% efek pasar uang dan 86% efek pendapatan tetap – komposisi portofolio ini sesuai dengan batasan investasi reksadana karena berada dalam rentang persentase yang telah ditentukan untuk setiap asset class.

Untuk reksadana saham yang menggunakan strategi pemilihan sektor unggulan, manajer investasi biasanya menyampaikan uraian komposisi berdasarkan sektor untuk porsi saham dalam portofolio reksadana. 

Lebih lanjut, biasanya manajer investasi juga menyertakan keterangan mengenai pendefinisian sektor sebagai catatan kaki (footnote) di fund fact sheet.

7. Lima Besar Penempatan Portofolio atau Top Holding

Bagian ini memuat efek-efek mana saja yang per tanggal fund fact sheet merupakan efek yang ditempatkan dengan porsi 5 terbesar dalam portofolio reksadana. 

Dengan informasi ini investor dapat mengetahui strategi investasi serta tingkat risiko dari reksadana. Investor juga dapat mengetahui seberapa baik manajer investasi mengelola reksadananya dari segi penyebaran risiko. 

Misalnya, jika 5 besar penempatan diisi oleh saham-saham yang berisiko tinggi sementara strategi investasi reksadana berbeda dengan yang tertulis dalam tujuan investasi, maka investor sebaiknya mempertanyakan penempatan pada saham-saham tersebut kepada pihak manajer investasi.

Untuk reksadana campuran, di mana alokasi aset merupakan kunci dari strategi investasi, lima besar penempatan bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai aset alokasi terkini yang diambil oleh manajer investasi, di mana informasi dasarnya bisa didapatkan di bagian Komposisi Portofolio. 

Sebagai contoh, per tanggal 30 September 2010, reksadana Schroder Dana Kombinasi memiliki komposisi portofolio dan lima besar penempatan sebagai berikut:

Contoh Komposisi Portofolio Reksadana

  1. Surat Utang Negara: 50,12%
  2. Time deposit – HSBC: 9,60%
  3. Obligasi korporasi: 7,48%
  4. Time deposit – CIMB Niaga: 7,47%
  5. Saham – Astra Internasional: 3,05%
Dari komposisi portofolio terlihat bahwa komponen terbesar adalah obligasi (57,60%) dan ini tercermin dalam lima besar penempatan yaitu dalam bentuk Surat Utang Negara (50,12%) dan obligasi korporasi (7,48%).

8. Kinerja Historis Reksadana

Dalam bagian ini umumnya manajer investasi menyajikan data kinerja historis reksadana dalam bentuk grafik dan tabel. 

Grafik yang disajikan menampilkan pergerakan nilai NAB/unit dari sejak penawaran reksadana (di mana NAB/unit = Rp. 1.000) dibandingkan dengan tolok ukurnya. Selain grafik ini, beberapa manajer investasi juga menyajikan grafik yang menunjukkan imbal hasil reksadana per bulan sejak tanggal penawaran.

Di lain pihak tabel data kinerja historis menampilkan data imbal hasil reksadana untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sejak awal tahun (YTD- Year To Date), 1 tahun, 3 tahun, dan sejak penawaran (SI – Since Inception), di mana masing-masing periode dihitung mundur sejak tanggal yang tertera di fund fact sheet. 

Dengan demikian, jika tanggal di fund fact sheet adalah 30 September 2010, maka periode 1 bulan mencakup 1-30 September 2010, 3 bulan berarti 1 Juli-30 September 2010, sampai sejak penawaran berarti mulai dari tanggal peluncuran hingga 30 September 2010. 

Beberapa manajer investasi menyajikan data imbal hasil yang disetahunkan (annualized) untuk imbal hasil reksadana dengan periode lebih dari 1 tahun. 

Dengan mencantumkan imbal hasil yang disetahunkan, investor dapat mengetahui berapa besar imbal hasil yang diperolehnya secara rata-rata per tahun selama periode yang bersangkutan. 

Sebagai contoh, jika fund fact sheet per 30 Juli 2020 untuk reksadana yang diluncurkan pada tanggal 30 Juli 2015 memberkan imbal hasil yang disetahunkan (annualized return) untuk periode sejak awal penawaran sebesar 20% maka ini berarti selama kurun 5 tahun reksadana ini memberikan imbal hasil rata-rata 20% per tahun.

9. Ulasan Manajer Investasi

Bagian ini memuat ulasan serta tinjauan pasar. Ulasan pasar merupakan kajian terhadap kondisi dan kinerja pasar pada bulan di mana fund fact sheet diterbitkan sementara tinjauan pasar memuat pandangan manajer investasi terhadap kondisi pasar dan potensi pencapaian imbal hasil di bulan mendatang. 

Mengingat fund fact sheet umumnya disajikan dalam 1 halaman saja, maka tidak semua manajer investasi menyajikan bagian ini karena keterbatasan ruang dalam dokumen. Kalaupun ada, maka seringkali keseluruhan informasi dalam fund fact sheet ditampilkan dengan ukuran tulisan (font size) yang kecil.

10. Disclaimer atau Pernyataan Peringatan

Terlepas dari seberapa rinci isi disclaimer, peraturan Bapepam No. IV.D.1 mewajibkan pencantuman kalimat berikut dalam semua bentuk iklan reksadana:

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS.
KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG. OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN
PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS REKSA DANA INI. SETIAP
PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

Mengingat fund fact sheet merupakan salah satu dokumen yang digunakan dalam pemasaran reksadana, maka isi disclaimer umumnya dibuat sedemikian rupa demi memenuhi ketentuan dalam peraturan Bapepam No. IV.D.1 mengenai Pedoman Iklan reksadana, ditambah (jika ada) pernyataan tambahan berdasarkan peraturan internal perusahaaan manajer investasi (biasanya demi memenuhi standar kepatuhan/compliance).
Buka Komentar

0 komentar

Nama

Investasi,4,Reksadana,4,
ltr
item
MotivaZee: 10 Cara Membaca Fund Fact Sheet Reksadana
10 Cara Membaca Fund Fact Sheet Reksadana
https://1.bp.blogspot.com/-jrQBsu_Rff0/XyuGM_M5RaI/AAAAAAAAACk/EiISzXrTXbAk8yO-RhEIZx5X-NOmGEClACLcBGAsYHQ/s640/membaca-fund-fact-sheet-reksadana.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-jrQBsu_Rff0/XyuGM_M5RaI/AAAAAAAAACk/EiISzXrTXbAk8yO-RhEIZx5X-NOmGEClACLcBGAsYHQ/s72-c/membaca-fund-fact-sheet-reksadana.jpg
MotivaZee
http://www.motivazee.com/2020/08/cara-membaca-fund-fact-sheet-reksadana.html
http://www.motivazee.com/
http://www.motivazee.com/
http://www.motivazee.com/2020/08/cara-membaca-fund-fact-sheet-reksadana.html
true
2536754536885287450
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy